<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BerhatiNyaman.com</title>
	<atom:link href="http://www.berhatinyaman.com/id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.berhatinyaman.com</link>
	<description>Yogyakarta Tourism Guide</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Feb 2010 07:36:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pantai Kuwaru</title>
		<link>http://www.berhatinyaman.com/id/pantai-kuwaru/</link>
		<comments>http://www.berhatinyaman.com/id/pantai-kuwaru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 07:36:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[DIY]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Poncosari]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Bantul]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Srandakan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuwaru]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Kuwaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berhatinyaman.com/pantai-kuwaru/</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Satu lagi pantai di Kabupaten Bantul yang harus dimasukkan dalam agenda wisata anda. Pantai Kuwaru, pantai yang terletak di Dusun Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, DIY ini sayang jika dilewatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bermain ombak atau sekadar duduk-duduk di pinggir pantai menikmati birunya laut dan ombak yang berkejaran bisa menjadi obat mujarab untuk menghilangkan kepenatan [...]


<strong>Related Posts :</strong>

No related posts.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Satu lagi pantai di Kabupaten Bantul yang harus dimasukkan dalam agenda wisata anda. Pantai Kuwaru, pantai yang terletak di Dusun Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, DIY ini sayang jika dilewatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bermain ombak atau sekadar duduk-duduk di pinggir pantai menikmati birunya laut dan ombak yang berkejaran bisa menjadi obat mujarab untuk menghilangkan kepenatan anda yang sehari-hari disibukkan dengan rutinitas kerja atau belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Berkunjung ke pantai memang tak lengkap jika tidak bermain air, apalagi saat ombak datang dan menyentuh tubuh kita tentu menyenangkan sekali. Meski demikian demi keselamatan anda sendiri sebaiknya jangan mandi atau berenang sampai ke tengah laut. Untuk membersihkan diri dari air laut atau pasir yang menempel, di sekitar pantai terdapat sejumlah kamar mandi umum.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-152"></span>Setelah puas bermain air, jika perut terasa lapar tak usah bingung, di areal Pantai Kuwaru banyak penjual yang menjajakan beragam jenis makanan mulai dari snack kemasan pabrik, kue tradisional hingga gorengan. Untuk anda yang kehausan pun tersedia banyak pilihan, aneka es hingga ronde banyak dijumpai. Menurut para pedagang yang berada di sekitar pantai, jumlah pengunjung yang datang tetap lumayan meskipun saat itu bukan musim liburan atau hari minggu sehingga mereka tidak khawatir akan merugi. Selain itu, di sekitar pantai terdapat beberapa warung makan yang siap mengolah aneka hasil laut. Ikan segar hasil tangkapan para nelayan ini bisa anda nikmati dalam aneka masakan. Soal harga tentu jauh lebih murah dibandingkan dengan restoran seafood di kota. Melihat potensi hasil laut yang besar, tak heran jika ke depannya Pantai Kuwaru akan dikembangkan menjadi dermaga pelabuhan ikan yang terintegrasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Wajar jika wisatawan banyak datang ke Pantai Kuwaru, selain memiliki panorama yang indah sekaligus alternatif tempat kuliner laut, cuaca Pantai Kuwaru termasuk sejuk. Tak seperti kebanyakan pantai yang gersang dengan udara panas menyengat, di pantai ini tumbuh banyak pohon akasia dan pohon cemara. Pepohonan ini memang sengaja ditanam untuk megurangi abrasi yang dari tahun ke tahun semakin parah. Peningkatan jumlah wisatawan sebaiknya juga diiringi dengan perbaikan sarana dan prasarana seperti perbaikan jalan dan papan penunjuk menuju Pantai Kuwaru.</p>


<p><strong>Related Posts :</strong></p>
<p>No related posts.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berhatinyaman.com/id/pantai-kuwaru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Candi Sari</title>
		<link>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-sari/</link>
		<comments>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-sari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 23:02:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Candi]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Sari]]></category>
		<category><![CDATA[Sari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berhatinyaman.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">

	

Berdirinya Candi Sari memiliki keterkaitan erat dengan Candi Kalasan. Menurut arkeolog dari BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Yogyakarta, Candi Sari merupakan sebuah bangunan wihara atau asrama yang diperuntukkan bagi para pendeta, sementara Candi Kalasan adalah tempat pemujaannya. Sehingga dari segi lokasi, kedua candi ini relatif dekat. Candi Sari berada kurang lebih 0,5 km [...]


<strong>Related Posts :</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kalasan/" rel="bookmark">Candi Kalasan</a><!-- (8.28736)--></li>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kedulan/" rel="bookmark">Candi Kedulan</a><!-- (7.42449)--></li>
	</ol>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/Candi Sari.jpg" title="" class="shutterset_singlepic34" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/34__320x240_Candi Sari.jpg" alt="Candi Sari" title="Candi Sari" />
</a>
Berdirinya Candi Sari memiliki keterkaitan erat dengan Candi Kalasan. Menurut arkeolog dari BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Yogyakarta, Candi Sari merupakan sebuah bangunan wihara atau asrama yang diperuntukkan bagi para pendeta, sementara Candi Kalasan adalah tempat pemujaannya. Sehingga dari segi lokasi, kedua candi ini relatif dekat. Candi Sari berada kurang lebih 0,5 km di sebelah timur laut Candi Kalasan, tepatnya di  Dusun Bendan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman, DIY.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukti keterkaitan antara Candi Sari dengan Candi Kalasan, keduanya didirikan pada masa yang sama, yakni sekitar abad ke-8 M. Selain itu kedua candi ini sama-sama menggunakan teknik bajralepa untuk melapisi dinding candi. Bajralepa merupakan semacam semen pelapis yang dapat memperhalus permukaan dinding candi sekaligus mengawetkan batuannya agar tidak lekas aus. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kini lapisan bajralepa di Candi Sari juga sudah banyak yang lepas. Bahkan kondisi candinya pun tidak utuh lagi seperti aslinya. Candi ini mengalami pemugaran pertama kali yang selesai tahun 1930. Banyaknya batu candi yang hilang membuat pemugaran Candi Sari tidak bisa maksimal. Sebagian kaki atau selasar yang mengelilingi bangunan, bilik penampil yang menjorok keluar dari dinding depan dan beberapa stupa atap serta ukiran maupun hiasan terpaksa diganti batu polos.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-150"></span>Pintu masuk Candi Sari menghadap timur, dihiasi dengan kala dan pada bagian bawah dipahatkan orang sedang menunggang gajah. Di dalam tubuh candi terdapat tiga ruangan yang berjajar dan masing-masing dihubungkan dengan lubang pintu antara tembok pemisah. Tiap bilik berukuran lebar 3 m dan panjang 5,8 m terbagi menjadi bilik atas dan bawah. Diperkirakan pembagian bilik atas dengan bawah dulu menggunakan kayu, hal ini terlihat pada bagian dindingnya masih tampak lubang-lubang untuk meletakkan ujung balok. Bahkan pada dinding bilik selatan ada beberapa batu yang dipahat serong, suatu tanda yang menunjukkan pada tempat itu disandarkan tangga. Pada bagian bilik bawah masing-masing mempunyai relung di sisi utara dan selatan yang berhiaskan kala makara.</p>
<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/Candi Sari - Depan.jpg" title="" class="shutterset_singlepic32" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/32__320x240_Candi Sari - Depan.jpg" alt="Candi Sari - Depan" title="Candi Sari - Depan" />
</a>
Pada bagian luar tubuh candi yang berbentuk empat persegi panjang ini, terpahat arca-arca yang diletakkan berjajar menjadi dua baris di antara dua jendela. Arca itu merupakan arca Bodhisatwa berjumlah 38 buah terbagi menjadi delapan di sisi timur, delapan di sisi utara, delapan di sisi selatan dan 14 di sisi barat. Pada umumnya arca memegang teratai merah dan biru, serta semua arca digambarkan dalam sikap lemah gemulai (bersikap tribhangga). Berdasarkan temuan arca dan bentuk stupanya, dapat diketahui Candi Sari berlatar belakang agama Budha. Di sebelah kanan dan kiri jendela ada pahatan kinara-kinari yakni makhluk kayangan yang berwujud setengah manusia dan setengah burung.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini kompleks Candi Sari berada tepat di tengah-tengah pemukiman penduduk sehingga dari jalan raya Yogya – Solo candi ini tidak bisa langsung terlihat. Sebagai pembatas dengan rumah penduduk, areal Candi Sari dikelilingi pagar. Selain adanya taman dan pepohonan, areal candi juga dilengkapi sejumlah bangku semen pada beberapa titik. Sehingga wisatawan yang berkunjung bisa beristirahat sejenak. Dari bangku ini pun keindahan relief yang menghiasi dinding luar candi bisa terlihat dengan jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Jam buka  : Setiap hari pukul 09.00 &#8211; 17.00 WIB</p>
<p style="text-align: justify;">Harga tiket masuk  : Rp 2.000</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-6-150">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://www.berhatinyaman.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=6&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-32" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/Candi Sari - Depan.jpg" title=" " class="shutterset_set_6" >
								<img title="Candi Sari - Depan" alt="Candi Sari - Depan" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/thumbs/thumbs_Candi Sari - Depan.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-34" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/Candi Sari.jpg" title=" " class="shutterset_set_6" >
								<img title="Candi Sari" alt="Candi Sari" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/thumbs/thumbs_Candi Sari.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-35" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/Candi Sari - Relief.jpg" title=" " class="shutterset_set_6" >
								<img title="Candi Sari - Relief" alt="Candi Sari - Relief" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/thumbs/thumbs_Candi Sari - Relief.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-36" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/Candi Sari - Relung Arca.jpg" title=" " class="shutterset_set_6" >
								<img title="Candi Sari - Relung Arca" alt="Candi Sari - Relung Arca" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/thumbs/thumbs_Candi Sari - Relung Arca.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>

</p>


<p><strong>Related Posts :</strong></p>
<ol>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kalasan/" rel="bookmark">Candi Kalasan</a><!-- (8.28736)--></li>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kedulan/" rel="bookmark">Candi Kedulan</a><!-- (7.42449)--></li>
	</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-sari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Candi Kedulan</title>
		<link>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kedulan/</link>
		<comments>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kedulan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 16:02:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Candi]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Kedulan]]></category>
		<category><![CDATA[Kedulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berhatinyaman.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">

	

Mungkin bayangan anda saat hendak berkunjung ke Candi Kedulan adalah sebuah candi kuno yang masih berdiri kokoh. Sayangnya keindahan Candi Kedulan belum bisa dinikmati seutuhnya sebab saat ini, candi yang terletak di Dusun Kedulan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY ini masih dalam tahap rekonstruksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tengah-tengah cekungan tanah yang cukup [...]


<strong>Related Posts :</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kalasan/" rel="bookmark">Candi Kalasan</a><!-- (6.0548)--></li>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-sari/" rel="bookmark">Candi Sari</a><!-- (5.54293)--></li>
	</ol>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/Candi Kedulan - Alas Candi.jpg" title="" class="shutterset_singlepic28" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-right" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/28__320x240_Candi Kedulan - Alas Candi.jpg" alt="Candi Kedulan - Alas Candi" title="Candi Kedulan - Alas Candi" />
</a>
Mungkin bayangan anda saat hendak berkunjung ke Candi Kedulan adalah sebuah candi kuno yang masih berdiri kokoh. Sayangnya keindahan Candi Kedulan belum bisa dinikmati seutuhnya sebab saat ini, candi yang terletak di Dusun Kedulan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY ini masih dalam tahap rekonstruksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tengah-tengah cekungan tanah yang cukup luas hanya nampak bagian kaki Candi Kedulan. Sementara bagian lainnya yakni tubuh dan atap candi sengaja ditempatkan di sisi lain areal candi ini. Bagian tubuh dan atap Candi Kedulan kondisinya sudah tidak utuh lagi sehingga memerlukan waktu untuk menyusun kembali batu-batuan candi yang sudah lepas agar sesuai dengan desain aslinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-147"></span>Pada 24 September 1993, Candi Kedulan ditemukan dalam keadaan runtuh dan terbenam oleh lahar vulkanik dan sedimen setebal 8 m yang tersusun atas 15 lapisan sedimen. Saat itu, penambang pasir sedang menggali tanah untuk tanah urug, selanjutnya pada kedalaman kurang lebih 3 meter terlihat susunan batu-batu candi. Dari lokasi ini ditemukan Prasasti Sumundul dan Prasasti Panangaran. Tulisan dalam kedua prasasti itu memakai huruf serta bahasa jawa kuno berangka tahun 791 Çaka atau 869 M yang sekaligus dijadikan perkiraan waktu pendirian Candi Kedulan. Secara garis besar isi prasasti adalah adanya sebuah dawuhan (dam) yang dipergunakan oleh masyarakat dari dua desa yakni Panangaran dan Parhyangan serta kewajiban membayar pajak.</p>
<p style="text-align: justify;"><!--more-->
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/Candi Kedulan - Atap Candi.jpg" title="" class="shutterset_singlepic30" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/30__320x240_Candi Kedulan - Atap Candi.jpg" alt="Candi Kedulan - Atap Candi" title="Candi Kedulan - Atap Candi" />
</a>
Dari hasil rekonstruksi diketahui bahwa bangunan Candi Kedulan mempunyai sebuah candi induk berdenah bujur sangkar dan tiga buah candi perwara di sisi timur candi induk. Diperkirakan candi ini memiliki pagar halaman I dan II, namun sampai sekarang baru ditemukan pagar halaman I di sisi utara-selatan. Candi induk mempunyai ukuran lebih kecil dari kaki candi yaitu 4 x 4 m. Tubuh candi mempunyai bilik yang berisi lingga dan yoni dengan pintu masuk di sebelah timur. Sedangkan pada kanan kiri pintu masuk terdapat relung berisi Arca Mahakala dan Nandiswara. Cerat yoni mengarah ke utara dan pada dinding utara di bawah relung ditemukan lubang (saluran air) menuju selasar.</p>
<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/Candi Kedulan - Tubuh Candi.jpg" title="" class="shutterset_singlepic29" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-right" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/29__320x240_Candi Kedulan - Tubuh Candi.jpg" alt="Candi Kedulan - Tubuh Candi" title="Candi Kedulan - Tubuh Candi" />
</a>
Meskipun bagian tubuh dan atap candi yang belatar belakang agama Hindu ini belum selesai disusun, namun Candi Kedulan tetap menarik untuk dikunjungi. Tak seperti umumnya candi lain yang didirikan di atas bukit, candi ini justru berada di bawah permukaan tanah dengan kedalaman kurang lebih 8 m. Keadaan seperti ini mengingatkan akan Candi Sambisari yang juga berada di bawah permukaan tanah. Jika kelak Candi Kedulan telah dipugar pastilah candi ini terlihat sangat cantik. Sebab selain letaknya yang unik, candi ini memiliki relief-relief yang sangat indah. Selain berhiaskan kala makara dan dewa-dewa, dari batuan-batuan yang belum selesai disusun ini kita dapat melihat relief semacam motif batik yang nampak dikerjakan dengan sangat detail.</p>
<p style="text-align: justify;">Jam buka  : Setiap hari, pukul 09.00 – 17.00 WIB<br />
Harga tiket masuk : gratis</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-5-147">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://www.berhatinyaman.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=5&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-29" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/Candi Kedulan - Tubuh Candi.jpg" title=" " class="shutterset_set_5" >
								<img title="Candi Kedulan - Tubuh Candi" alt="Candi Kedulan - Tubuh Candi" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/thumbs/thumbs_Candi Kedulan - Tubuh Candi.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-30" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/Candi Kedulan - Atap Candi.jpg" title=" " class="shutterset_set_5" >
								<img title="Candi Kedulan - Atap Candi" alt="Candi Kedulan - Atap Candi" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/thumbs/thumbs_Candi Kedulan - Atap Candi.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-28" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/Candi Kedulan - Alas Candi.jpg" title=" " class="shutterset_set_5" >
								<img title="Candi Kedulan - Alas Candi" alt="Candi Kedulan - Alas Candi" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/thumbs/thumbs_Candi Kedulan - Alas Candi.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>

</p>


<p><strong>Related Posts :</strong></p>
<ol>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kalasan/" rel="bookmark">Candi Kalasan</a><!-- (6.0548)--></li>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-sari/" rel="bookmark">Candi Sari</a><!-- (5.54293)--></li>
	</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kedulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Candi Kalasan</title>
		<link>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kalasan/</link>
		<comments>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kalasan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 10:54:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Candi]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Kalasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kalasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berhatinyaman.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">

	

Untuk menemukan lokasi Candi Kalasan tidaklah sulit. Dari jalan raya Yogya – Solo, kurang lebih 14 km timur Yogya, bangunan candi di selatan jalan pasti sudah terlihat. Hanya perlu masuk gang kurang lebih 50 m, kita sudah memasuki kompleks candi yang secara administratif masuk dalam wilayah Dusun Kalibening, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten [...]


<strong>Related Posts :</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-sari/" rel="bookmark">Candi Sari</a><!-- (8.25709)--></li>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kedulan/" rel="bookmark">Candi Kedulan</a><!-- (7.17714)--></li>
	</ol>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/Candi Kalasan.jpg" title="" class="shutterset_singlepic24" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-right" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/24__320x240_Candi Kalasan.jpg" alt="Candi Kalasan" title="Candi Kalasan" />
</a>
Untuk menemukan lokasi Candi Kalasan tidaklah sulit. Dari jalan raya Yogya – Solo, kurang lebih 14 km timur Yogya, bangunan candi di selatan jalan pasti sudah terlihat. Hanya perlu masuk gang kurang lebih 50 m, kita sudah memasuki kompleks candi yang secara administratif masuk dalam wilayah Dusun Kalibening, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan prasasti yang berangka tahun 700 Çaka, diketahui latar belakang pendirian Candi Kalasan ini adalah permintaan para guru terhadap Maharaja Tejahpurana untuk membangun bangunan suci bagi Dewi Tara. Sebagai suatu bentuk persembahan bagi sang dewi, tentunya desain candi berikut materialnya dirancang sebaik mungkin. Namun Candi Kalasan yang dibangun sekitar tahun 778 M ini juga tak luput dimakan usia. Kini, bangunan Candi Kalasan sudah tidak utuh lagi seperti semula meskipun candi ini pernah dipugar oleh seorang Belanda pada tahun 1927 – 1929. Walau demikian, beberapa keistimewaan Candi Kalasan dibandingkan candi lain sampai sekarang masih bisa kita saksikan. Di antaranya, dinding candi yang dilapisi bajralepa yakni semacam semen pelapis sisi luar bangunan yang memberi efek kuning keemasan pada diding candi. Berdasarkan analisis laboratorium unsur bajralepa terdiri dari pasir kwarsa (30%), kalsit (40%), kalkopirit (25%) serta lempung (5%). Selain itu di sisi timur  Candi Kalasan, tepat berada di depan tangga masuk, kita bisa menjumpai papan batu langka yang bentuknya hampir setengah lingkaran. Batu monolit ini juga sering disebut batu bulan atau moonstone.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-122"></span>
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/Candi Kalasan - Relief Kala.jpg" title="" class="shutterset_singlepic23" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/23__320x240_Candi Kalasan - Relief Kala.jpg" alt="Candi Kalasan - Relief Kala" title="Candi Kalasan - Relief Kala" />
</a>
Pada setiap pintu masuk yang masih utuh, baik utara maupun selatan terdapat hiasan berupa kepala kala yang istimewa, yaitu pada bagian jengger terdapat kuncup-kuncup bunga, daun-daunan dan sulur-suluran. Pada rahang bagian atas terdapat hiasan singa di kanan kirinya, bagian atas dihiasi pohon dewata yang ada di kayangan, dan dipahatkan pula lukisan awan beserta penghuni kayangan memainkan bunyi-bunyian. Begitu pula dengan relung-relung lain dijumpai juga rangkaian kala dan makara. Pada tubuh candi bagian atas terdapat sebuah bangunan berbentuk kubus yang dianggap sebagai puncak Gunung Meru dan di sekitarnya terdapat stupa-stupa yang menggambarkan puncak suatu pegunungan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/Candi Kalasan - Bilik Utama.jpg" title="" class="shutterset_singlepic22" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-right" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/22__320x240_Candi Kalasan - Bilik Utama.jpg" alt="Candi Kalasan - Bilik Utama" title="Candi Kalasan - Bilik Utama" />
</a>
Candi ini mempunyai bilik tengah yang di dalamnya terdapat singgasana terbuat dari batu yang mempunyai lapik dan sebuah sandaran yang di kanan kirinya diapit oleh hiasan singa berdiri di atas gajah. Di antara atap dan tubuh candi terdapat hiasan berupa gana (semacam makhluk kayangan kerdil). Atap candi berbentuk segi delapan dan bertingkat dua. Pada masing-masing sisi tingkat pertama terdapat arca Budha yang melukiskan para manusia Budha, sedangkan pada tingkat kedua dilukiskan Dyani Budha. Bagian puncak candi diperkirakan berupa stupa namun hingga sekarang tidak dapat direkonstruksi kembali karena banyak batu asli yang hilang. Di sekeliling Candi Kalasan terdapat stupa-stupa yang berjumlah 52 buah. Namun sayangnya stupa-stupa ini juga tidak ada yang dapat dipugar kembali dengan alasan yang sama. Saat ditemukan, stupa-stupa ini terdiri dari 81 buah peti batu. Di dalam beberapa peti batu tersimpan periuk dari perunggu atau tanah liat yang berisi abu, pakaian pendeta, manik-manik, lempengan emas bertulis dan juga genta perunggu yang saat ini disimpan di Museum Sonobudoyo.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk masuk ke bilik utama Candi Kalasan harus menaiki sejumlah batu candi yang kini susunannya sudah tidak beraturan sehingga perlu berhati-hati. Bentuk candi yang sudah tidak utuh lagi terlihat jelas dari sisi barat. Batuan asli penyusun tubuh candi seperti runtuh separuh sehingga kini bentuk Candi Kalasan bisa dikatakan seperti kubus.</p>
<p style="text-align: justify;">Jam buka  : 06.00 WIB – 18.00 WIB<br />
Harga tiket masuk  : Rp 2.000</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-4-122">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://www.berhatinyaman.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=4&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-21" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/Candi Kalasan - Barong.jpg" title=" " class="shutterset_set_4" >
								<img title="Candi Kalasan - Barong" alt="Candi Kalasan - Barong" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/thumbs/thumbs_Candi Kalasan - Barong.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-22" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/Candi Kalasan - Bilik Utama.jpg" title=" " class="shutterset_set_4" >
								<img title="Candi Kalasan - Bilik Utama" alt="Candi Kalasan - Bilik Utama" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/thumbs/thumbs_Candi Kalasan - Bilik Utama.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-23" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/Candi Kalasan - Relief Kala.jpg" title=" " class="shutterset_set_4" >
								<img title="Candi Kalasan - Relief Kala" alt="Candi Kalasan - Relief Kala" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/thumbs/thumbs_Candi Kalasan - Relief Kala.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-24" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/Candi Kalasan.jpg" title=" " class="shutterset_set_4" >
								<img title="Candi Kalasan" alt="Candi Kalasan" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/thumbs/thumbs_Candi Kalasan.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>

</p>


<p><strong>Related Posts :</strong></p>
<ol>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-sari/" rel="bookmark">Candi Sari</a><!-- (8.25709)--></li>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kedulan/" rel="bookmark">Candi Kedulan</a><!-- (7.17714)--></li>
	</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kalasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Museum Sasmitaloka Pangsar Sudirman</title>
		<link>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-sasmitaloka-pangsar-sudirman/</link>
		<comments>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-sasmitaloka-pangsar-sudirman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 20:02:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum @id]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Sasmitaloka]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Sasmitaloka Pangsar Sudirman]]></category>
		<category><![CDATA[Pangsar Sudirman]]></category>
		<category><![CDATA[Sasmitaloka Pangsar Sudirman]]></category>
		<category><![CDATA[Sudirman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berhatinyaman.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">

	

Dari jalan raya, patung pria gagah yang menunggang kuda di halaman depan sebuah rumah di Jalan Bintaran Wetan No. 3 menarik perhatian. Inilah rumah Sang Jenderal, Panglima Besar Soedirman. Sejak tanggal 30 Agustus 1982, kediaman resmi Jendral Soedirman ini diabadikan sebagai sebuah museum  yang dinamakan Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Soedirman di bawah [...]


<strong>Related Posts :</strong>

No related posts.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka.jpg" title="" class="shutterset_singlepic20" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/20__320x240_Museum Sasmitaloka.jpg" alt="Museum Sasmitaloka" title="Museum Sasmitaloka" />
</a>
Dari jalan raya, patung pria gagah yang menunggang kuda di halaman depan sebuah rumah di Jalan Bintaran Wetan No. 3 menarik perhatian. Inilah rumah Sang Jenderal, Panglima Besar Soedirman. Sejak tanggal 30 Agustus 1982, kediaman resmi Jendral Soedirman ini diabadikan sebagai sebuah museum  yang dinamakan Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Soedirman di bawah pengelolaan TNI Angkatan Darat.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti kembali ke masa lalu, mungkin inilah kesan pertama begitu anda melangkahkan kaki masuk dari pintu utama. Satu set meja dan kursi kuno tertata di ruang tamu kediaman Jenderal Soedirman yang masih berlantaikan keramik tempo dulu. Seperti rumah pada umumnya, bangunan ini dilengkapi dengan sejumlah kamar. Jika anda melihat dengan teliti, di atas setiap pintu kamar terpasang tulisan nomer dan nama ruangan yang sudah diurutkan. Hal ini memudahkan kita untuk menjelajahi kediaman Jenderal Soedirman. Dari ruang tamu, kita diajak untuk memasuki ruang santai. Di dalamnya terdapat meja kursi kuno dan juga berbagai piagam penghargaan Panglima Besar Soedirman. Koleksi rampasan pistol Mitraliur Sten buatan Inggris 1845, senapan Lee Enfield buatan Inggris, pedang Samurai akan menyita perhatian begitu kita memasuki ruang kerja yang juga memajang telpon kuno semasa Sang Jenderal menjabat sebagai Panglima Besar TKR. Di ruang tidur sengaja ditempatkan patung lilin Sang Jenderal, bersebelahan dengan tempat tidur berkelambu putih yang biasa digunakan beliau. Di ruangan ini pula masih tersimpan koleksi mesin jahit yang dipergunakan sehari-hari oleh Ibu Soedirman untuk menjahit atau membenahi baju milik Jenderal Soedirman. Foto-foto keluarga, foto istri dan masa kecil putra putri Jenderal Soedirman terpajang di sebelah ruang tidur.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-60"></span>Keluar dari bangunan utama namun masih dalam satu area, masih terdapat sejumlah ruangan lainnya. Ruang Palagan Ambarawa digunakan untuk menyimpan koleksi senjata Water Mantel buatan Inggris pada waktu pertempuran Ambarawa melawan sekutu 12 &#8211; 15 Desember 1945, juga senjata Juki buatan Jepang hasil rampasan di Kido Butai Purwokerto yang dipakai TNI melawan sekutu di Kota Ambarawa Desember 1945. Replika Bangsal RS. Panti Rapih sengaja dibuat untuk mengenang saat Jenderal Soedirman pernah sakit pada tahun 1948. Diorama dokar yang ditarik para perwira, mobil Chevrolet Stylemaster AB 101 yang biasa dikendarai Jenderal Soedirman semasa berjuang melawan penjajah bisa anda saksikan di Ruang Kendaraan. Ruangan terakhir di museum ini yakni Ruang Dokumentasi, memuat berbagai dokumentasi saat wafatnya Jenderal Soedirman pada 30 Januari 1950. Sejumlah foto mulai dari iring-iringan jenazah, tembakan salvo hingga foto pemakaman beliau nampak terpajang di sepanjang dinding ruangan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal.jpg" title="" class="shutterset_singlepic16" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/16__320x240_Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal.jpg" alt="Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal" title="Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal" />
</a>
Secara keseluruhan, Museum Sasmitaloka ini dikelola dengan sangat baik. Nampak dari penataan dan terawatnya benda-benda bersejarah, perabotan pribadi juga koleksi peralatan makan seperti keramik-keramik kuno. Bahkan tandu yang digunakan untuk mengusung Jenderal Soedirman pada tahun 1948 &#8211; 1949 masih tersimpan. Kebersihan tiap-tiap ruangannyapun tetap terjaga. Ada juga fasilitas pendukung seperti toilet. Selain benda-benda yang menjadi saksi sejarah perjuangan Jenderal Soedirman, berbagai diorama heroik pertempuran merebut kemerdekaan juga melengkapi koleksi Museum Sasmitaloka. Alangkah lebih baiknya jika pengunjung juga bisa mendengarkan narasi pertempuran dari diorama-diorama tersebut sehingga suasana peristiwa pertempuran dan kobaran semangat juang saat itu lebih dapat dirasakan.</p>
<p>Jam buka museum:<br />
Senin – Jumat            : 08.00 – 14.00 WIB<br />
Sabtu – Minggu          : melayani rombongan dengan pemberitahuan terlebih dulu<br />
Harga tiket masuk       : gratis</p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-3-60">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://www.berhatinyaman.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=3&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-13" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Meja Kursi Tamu.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka - Meja Kursi Tamu" alt="Museum Sasmitaloka - Meja Kursi Tamu" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka - Meja Kursi Tamu.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-14" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Patung Lilin dan Mesin Jahit.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka - Patung Lilin dan Mesin Jahit" alt="Museum Sasmitaloka - Patung Lilin dan Mesin Jahit" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka - Patung Lilin dan Mesin Jahit.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-15" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Radio.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka - Radio" alt="Museum Sasmitaloka - Radio" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka - Radio.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-16" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal" alt="Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-17" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Replika Tandu.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka - Replika Tandu" alt="Museum Sasmitaloka - Replika Tandu" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka - Replika Tandu.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-18" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Telfon.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka - Telfon" alt="Museum Sasmitaloka - Telfon" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka - Telfon.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-19" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Tempat Tidur.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka - Tempat Tidur" alt="Museum Sasmitaloka - Tempat Tidur" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka - Tempat Tidur.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-20" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka" alt="Museum Sasmitaloka" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>




<p><strong>Related Posts :</strong></p>
<p>No related posts.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-sasmitaloka-pangsar-sudirman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Museum Dewantara Kirti Griya</title>
		<link>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-dewantara-kirti-griya/</link>
		<comments>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-dewantara-kirti-griya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 11:46:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum @id]]></category>
		<category><![CDATA[Dewantara Kirti Griya]]></category>
		<category><![CDATA[Ki Hajar Dewantara]]></category>
		<category><![CDATA[Kirti Griya]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Dewantara]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Dewantara Kirti Griya]]></category>
		<category><![CDATA[Tamansiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berhatinyaman.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">

	

Nyaman, mungkin inilah kesan pertama yang akan kita rasakan saat masuk ke Museum Dewantara Kirti Griya. Suasana rumah tinggal yang dijadikan museum, berlokasi di Jl. Tamansiswa No. 25 Yogyakarta ini memang asri. Sang pemilik, yakni Ki Hadjar Dewantara memang menginginkan kediamannya diabadikan sebagai museum. Berbagai jenis buku yang tersimpan di lemari, meja kursi, [...]


<strong>Related Posts :</strong>

No related posts.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Tamansiswa.jpg" title="" class="shutterset_singlepic10" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/10__320x240_Museum Dewantara - Tamansiswa.jpg" alt="Museum Dewantara - Tamansiswa" title="Museum Dewantara - Tamansiswa" />
</a>
Nyaman, mungkin inilah kesan pertama yang akan kita rasakan saat masuk ke Museum Dewantara Kirti Griya. Suasana rumah tinggal yang dijadikan museum, berlokasi di Jl. Tamansiswa No. 25 Yogyakarta ini memang asri. Sang pemilik, yakni Ki Hadjar Dewantara memang menginginkan kediamannya diabadikan sebagai museum. Berbagai jenis buku yang tersimpan di lemari, meja kursi, tas kerja kuno menjadi saksi sejarah sekaligus bagian penting yang tak terpisahkan dari keseharian seorang pejuang sekaligus tokoh pendidikan nasional ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesahajaan tokoh yang terkenal dengan semboyan “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” ini bisa kita lihat melalui barang-barang pribadi beliau. Di kamar tidur Ki Hadjar Dewantara yang tidak terlalu luas, masih tersimpan dengan baik sejumlah pakaian yang biasa ia kenakan, sikat peci, sisir, tongkat untuk membantu berjalan, tempat tidur putih berkelambu hingga kacamata bulat yang merupakan ciri khasnya. Sejumlah foto masa muda, foto organisasi, foto keluarga yang menampilkan putra-putri Ki Hadjar Dewantara, foto perkawinan perak menghiasi dinding bangunan rumah seluas 300 meter persegi ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Proyektil mortir 160 yang kini tersimpan di kotak kaca museum ini merupakan satu dari dua tembakan mortir Belanda yang sengaja diarahkan ke Tamansiswa pada Januari 1949. Ini menjadi bukti betapa Belanda merasa terusik dengan perlawanan yang terus menerus dilakukan Ki Hadjar Dewantara. Semangat untuk terus berjuang melepaskan diri dari kungkungan penjajah nampak sangat kental terkandung dalam pernyataanya yang terpajang di salah satu dinding museum “<em>Kita haroes mempoenjai kekoeatan dan kepribadian dalam menghadapi perdjoeangan nasional ini. Djika tidak maka selamanja saoedara-saoedara akan tetap mendjadi boedak. Lepaskan diri dari perboedakan ini!</em>”. Tak ketinggalan sederet piagam kehormatan terpajang di salah satu sudut museum, meskipun nilai kontribusi beliau bagi bangsa ini jauh lebih besar dari itu, bahkan tak ternilai. Atas jasanya yang teramat besar pulalah pemerintah menetapkan tanggal kelahiran Ki Hadjar Dewantara yakni tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-46"></span>
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Mortir.jpg" title="" class="shutterset_singlepic6" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-right" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/6__320x240_Museum Dewantara - Mortir.jpg" alt="Museum Dewantara - Mortir" title="Museum Dewantara - Mortir" />
</a>
Meskipun beberapa kali mengalami renovasi, termasuk saat gempa mengguncang Yogyakarta tahun 2006 lalu, pengelola museum tetap mempertahankan keaslian bangunan Museum Dewantara Kirti Griya. Bentuk bangunan dan tata letak ruangan masih sama, juga lantai museum yang masih mempergunakan tegel kuno. Keberadaan perpustakaan yang terletak persis di sebelah bangunan rumah Ki Hadjar Dewantara merupakan fasilitas penunjang museum. Sejumlah arsip, dokumen penting dan buku-buku koleksi Ki Hadjar Dewantara yang tidak bisa tertampung seluruhnya di dalam museum, bisa dilihat di perpustakaan ini. Yayasan Persatuan Perguruan Tamansiswa sebagai pengelola museum berkomitmen akan tetap menjaga dan melestarikan berbagai peninggalan Ki Hadjar Dewantara. Komitmen ini dibuktikan dengan masih tersimpan dengan baik sejumlah koleksi museum, antara lain seperti telpon dan radio kuno, barang pecah belah, mebel antik serta kursi goyang yang biasa digunakan Ki Hadjar Dewantara sehari-hari. Pengelola museum dengan tegas menolak permintaan pihak-pihak yang ingin membeli peninggalan Bapak Pendidikan Nasional ini meskipun ditawar dengan harga yang sangat tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Jam buka museum:</p>
<table style="border-collapse: collapse; width: 216pt; text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="287">
<col style="width: 103pt;" width="137"></col>
<col style="width: 10pt;" width="13"></col>
<col style="width: 103pt;" width="137"></col>
<tbody>
<tr style="height: 12.75pt;" height="17">
<td style="height: 12.75pt; width: 103pt;" width="137" height="17">Senin – Kamis</td>
<td style="width: 10pt;" width="13">:</td>
<td style="width: 103pt;" width="137">08.00 – 13.30 WIB</td>
</tr>
<tr style="height: 12.75pt;" height="17">
<td style="height: 12.75pt;" height="17">Jumat</td>
<td>:</td>
<td>08.00 – 11.00 WIB</td>
</tr>
<tr style="height: 12.75pt;" height="17">
<td style="height: 12.75pt;" height="17">Sabtu</td>
<td>:</td>
<td>08.00 – 12.00 WIB</td>
</tr>
<tr style="height: 12.75pt;" height="17">
<td style="height: 12.75pt;" colspan="3" height="17">Minggu dan   hari besar tutup</td>
</tr>
<tr style="height: 12.75pt;" height="17">
<td style="height: 12.75pt;" height="17">Harga tiket masuk</td>
<td>:</td>
<td>sukarela</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">
<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-2-46">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://www.berhatinyaman.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=2&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-4" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Dokumen.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Dokumen" alt="Museum Dewantara - Dokumen" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Dokumen.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-5" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Kamar Tidur.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Kamar Tidur" alt="Museum Dewantara - Kamar Tidur" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Kamar Tidur.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-6" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Mortir.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Mortir" alt="Museum Dewantara - Mortir" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Mortir.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-7" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Radio.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Radio" alt="Museum Dewantara - Radio" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Radio.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-8" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Ruang Tamu.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Ruang Tamu" alt="Museum Dewantara - Ruang Tamu" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Ruang Tamu.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-9" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Ruang Tengah.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Ruang Tengah" alt="Museum Dewantara - Ruang Tengah" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Ruang Tengah.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-10" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Tamansiswa.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Tamansiswa" alt="Museum Dewantara - Tamansiswa" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Tamansiswa.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-11" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Telfon Tua.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Telfon Tua" alt="Museum Dewantara - Telfon Tua" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Telfon Tua.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-12" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Tempat Tidur.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Tempat Tidur" alt="Museum Dewantara - Tempat Tidur" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Tempat Tidur.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>

</p>


<p><strong>Related Posts :</strong></p>
<p>No related posts.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-dewantara-kirti-griya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Museum Benteng Vredeburg</title>
		<link>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-benteng-vredeburg/</link>
		<comments>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-benteng-vredeburg/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 19:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum @id]]></category>
		<category><![CDATA[Benteng Rustenburg]]></category>
		<category><![CDATA[Benteng Vredeburg]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Benteng Vredeburg]]></category>
		<category><![CDATA[Rustenburg]]></category>
		<category><![CDATA[Vredeburg]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berhatinyaman.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">

	

Mengunjungi objek wisata di Yogyakarta, tidak lengkap rasanya tanpa menyempatkan datang ke Museum Benteng Vredeburg. Lokasinya sangat mudah untuk ditemukan, yakni terletak di ujung selatan Jalan Malioboro. Benteng ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi bagi perjuangan melawan penjajah. Sebelum dikenal dengan nama Benteng Vredeburg seperti sekarang, benteng ini  bernama Benteng Rustenburg.</p>
<p [...]


<strong>Related Posts :</strong>

No related posts.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/benteng-vredeburg/Vredeburg - Ruang Diorama 4.jpg" title="" class="shutterset_singlepic2" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-right" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/2__320x240_Vredeburg - Ruang Diorama 4.jpg" alt="Vredeburg - Ruang Diorama 4" title="Vredeburg - Ruang Diorama 4" />
</a>
Mengunjungi objek wisata di Yogyakarta, tidak lengkap rasanya tanpa menyempatkan datang ke Museum Benteng Vredeburg. Lokasinya sangat mudah untuk ditemukan, yakni terletak di ujung selatan Jalan Malioboro. Benteng ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi bagi perjuangan melawan penjajah. Sebelum dikenal dengan nama Benteng Vredeburg seperti sekarang, benteng ini  bernama Benteng Rustenburg.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1760, atas permintaan Belanda, Sri Sultan Hamengku Buwono I telah membangun sebuah benteng yang sangat sederhana berbentuk bujur sangkar di atas tanah milik Kraton. Di setiap sudut dibangun tempat penjagaan yang disebut sebagai seleka atau bastion yang menyerupai bentuk kura-kura dengan keempat kakinya. Oleh Sultan keempat sudut tersebut diberi nama Jayawisesa (sudut barat laut), Jayapurusa (sudut timur laut), Jayaprakosaning (sudut barat daya) dan Jayaprayitna (sudut tenggara). Kemudian di bawah pengawasan ahli ilmu bangunan dari Belanda yang bernama Ir. Frans Haak, pada tahun 1767 dimulailah pembangunan benteng menjadi lebih permanen. Setelah selesai, bangunan benteng yang telah disempurnakan tersebut diberi nama Benteng Rustenburg yang berarti “Benteng Peristirahatan”.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-40"></span>Awal didirikannya benteng ini sebenarnya merupakan strategi dari Belanda yang berdalih demi menjaga keamanan Kraton Yogyakarta, meskipun maksud sebenarnya tidak lain adalah sebagai tempat untuk memantau pergerakan Kraton Yogyakarta itu sendiri. Dari dalam benteng, Belanda dengan mudah dapat mengarahkan sejumlah meriamnya tepat mengenai Kraton Yogyakarta jika suatu saat terjadi pemberontakan dari Kraton, karena  jarak antara benteng dengan Kraton Yogyakarta sangat dekat.</p>
<p style="text-align: justify;">Terjadinya gempa bumi dahsyat pada tahun 1867 di Yogyakarta menyebabkan runtuhnya banyak bangunan penting di Yogyakarta, salah satunya Benteng Rustenburg. Kemudian segera dilakukan pembangunan dan pembenahan kembali seluruh bangunan yang rusak. Selesai dibangun kembali, nama Benteng Rustenburg berganti menjadi “Benteng Vredeburg” yang artinya “Benteng Perdamaian”. Nama ini diambil sebagai manifestasi hubungan antara Kasultanan Yogyakarta dan Belanda yang tidak saling menyerang pada waktu itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 9 Agustus 1980 dengan persetujuan Sri Sultan HB IX Benteng Vredeburg dijadikan sebagai Pusat Informasi dan Pengembangan Budaya Nusantara. Pada tanggal 16 April 1985 dilakukan pemugaran untuk dijadikan museum perjuangan. Museum ini dibuka untuk umum pada tahun 1987. Tanggal 23 November 1992 Benteng Vredeburg resmi menjadi museum perjuangan nasional dengan nama “Museum Benteng Vredeburg. Karena telah difungsikan sebagai museum modern, Benteng Vredeburg memiliki koleksi lengkap meliputi koleksi bangunan, koleksi realia, koleksi foto termasuk miniatur dan replika serta koleksi lukisan. Selain itu terdapat pula empat ruang  diorama sejarah perjuangan bangsa Indonesia.</p>
<table style="border-collapse: collapse; width: 288pt;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="383">
<col style="width: 33pt;" width="44"></col>
<col style="width: 5pt;" width="6"></col>
<col style="width: 38pt;" width="51"></col>
<col style="width: 5pt;" width="6"></col>
<col style="width: 29pt;" width="39"></col>
<col style="width: 5pt;" width="6"></col>
<col style="width: 173pt;" width="231"></col>
<tbody>
<tr style="height: 15pt;" height="20">
<td style="height: 15pt; width: 110pt;" colspan="5" width="146" height="20">Jam buka museum:</td>
<td style="width: 5pt;" width="6"></td>
<td style="width: 173pt;" width="231"></td>
</tr>
<tr style="height: 15pt;" height="20">
<td style="height: 15pt;" height="20">Selasa<span> </span></td>
<td>–</td>
<td>Kamis</td>
<td>:</td>
<td>08.30</td>
<td>–<span> </span></td>
<td>13.30</td>
</tr>
<tr style="height: 15pt;" height="20">
<td style="height: 15pt;" colspan="3" height="20">Jumat</td>
<td>:</td>
<td>08.30</td>
<td>–<span> </span></td>
<td>11.00</td>
</tr>
<tr style="height: 15pt;" height="20">
<td style="height: 15pt;" height="20">Sabtu<span> </span></td>
<td>–</td>
<td>Minggu</td>
<td>:</td>
<td>08.30</td>
<td>–<span> </span></td>
<td>12.00</td>
</tr>
<tr style="height: 15pt;" height="20">
<td style="height: 15pt;" colspan="3" height="20">Harga tiket masuk</td>
<td>:</td>
<td colspan="3">Dewasa Rp. 750, anak-anak Rp. 250</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">
<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-1-40">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://www.berhatinyaman.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=1&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-1" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/benteng-vredeburg/Vredeburg - Paviliun.jpg" title=" " class="shutterset_set_1" >
								<img title="Vredeburg - Paviliun" alt="Vredeburg - Paviliun" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/benteng-vredeburg/thumbs/thumbs_Vredeburg - Paviliun.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-2" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/benteng-vredeburg/Vredeburg - Ruang Diorama 4.jpg" title=" " class="shutterset_set_1" >
								<img title="Vredeburg - Ruang Diorama 4" alt="Vredeburg - Ruang Diorama 4" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/benteng-vredeburg/thumbs/thumbs_Vredeburg - Ruang Diorama 4.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-3" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/benteng-vredeburg/Vredeburg - Sudut .jpg" title=" " class="shutterset_set_1" >
								<img title="Vredeburg - Sudut " alt="Vredeburg - Sudut " src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/benteng-vredeburg/thumbs/thumbs_Vredeburg - Sudut .jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>

</p>


<p><strong>Related Posts :</strong></p>
<p>No related posts.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-benteng-vredeburg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
