<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BerhatiNyaman.com &#187; Museum</title>
	<atom:link href="http://www.berhatinyaman.com/id/category/museum-id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.berhatinyaman.com</link>
	<description>Yogyakarta Tourism Guide</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Mar 2011 08:53:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Museum Sasmitaloka Pangsar Sudirman</title>
		<link>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-sasmitaloka-pangsar-sudirman/</link>
		<comments>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-sasmitaloka-pangsar-sudirman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 20:02:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum @id]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Sasmitaloka]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Sasmitaloka Pangsar Sudirman]]></category>
		<category><![CDATA[Pangsar Sudirman]]></category>
		<category><![CDATA[Sasmitaloka Pangsar Sudirman]]></category>
		<category><![CDATA[Sudirman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berhatinyaman.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">

	

Dari jalan raya, patung pria gagah yang menunggang kuda di halaman depan sebuah rumah di Jalan Bintaran Wetan No. 3 menarik perhatian. Inilah rumah Sang Jenderal, Panglima Besar Soedirman. Sejak tanggal 30 Agustus 1982, kediaman resmi Jendral Soedirman ini diabadikan sebagai sebuah museum  yang dinamakan Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Soedirman di bawah [...]


<strong>Related Posts :</strong>

No related posts.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka.jpg" title="" class="shutterset_singlepic20" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/20__320x240_Museum Sasmitaloka.jpg" alt="Museum Sasmitaloka" title="Museum Sasmitaloka" />
</a>
Dari jalan raya, patung pria gagah yang menunggang kuda di halaman depan sebuah rumah di Jalan Bintaran Wetan No. 3 menarik perhatian. Inilah rumah Sang Jenderal, Panglima Besar Soedirman. Sejak tanggal 30 Agustus 1982, kediaman resmi Jendral Soedirman ini diabadikan sebagai sebuah museum  yang dinamakan Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Soedirman di bawah pengelolaan TNI Angkatan Darat.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti kembali ke masa lalu, mungkin inilah kesan pertama begitu anda melangkahkan kaki masuk dari pintu utama. Satu set meja dan kursi kuno tertata di ruang tamu kediaman Jenderal Soedirman yang masih berlantaikan keramik tempo dulu. Seperti rumah pada umumnya, bangunan ini dilengkapi dengan sejumlah kamar. Jika anda melihat dengan teliti, di atas setiap pintu kamar terpasang tulisan nomer dan nama ruangan yang sudah diurutkan. Hal ini memudahkan kita untuk menjelajahi kediaman Jenderal Soedirman. Dari ruang tamu, kita diajak untuk memasuki ruang santai. Di dalamnya terdapat meja kursi kuno dan juga berbagai piagam penghargaan Panglima Besar Soedirman. Koleksi rampasan pistol Mitraliur Sten buatan Inggris 1845, senapan Lee Enfield buatan Inggris, pedang Samurai akan menyita perhatian begitu kita memasuki ruang kerja yang juga memajang telpon kuno semasa Sang Jenderal menjabat sebagai Panglima Besar TKR. Di ruang tidur sengaja ditempatkan patung lilin Sang Jenderal, bersebelahan dengan tempat tidur berkelambu putih yang biasa digunakan beliau. Di ruangan ini pula masih tersimpan koleksi mesin jahit yang dipergunakan sehari-hari oleh Ibu Soedirman untuk menjahit atau membenahi baju milik Jenderal Soedirman. Foto-foto keluarga, foto istri dan masa kecil putra putri Jenderal Soedirman terpajang di sebelah ruang tidur.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-60"></span>Keluar dari bangunan utama namun masih dalam satu area, masih terdapat sejumlah ruangan lainnya. Ruang Palagan Ambarawa digunakan untuk menyimpan koleksi senjata Water Mantel buatan Inggris pada waktu pertempuran Ambarawa melawan sekutu 12 - 15 Desember 1945, juga senjata Juki buatan Jepang hasil rampasan di Kido Butai Purwokerto yang dipakai TNI melawan sekutu di Kota Ambarawa Desember 1945. Replika Bangsal RS. Panti Rapih sengaja dibuat untuk mengenang saat Jenderal Soedirman pernah sakit pada tahun 1948. Diorama dokar yang ditarik para perwira, mobil Chevrolet Stylemaster AB 101 yang biasa dikendarai Jenderal Soedirman semasa berjuang melawan penjajah bisa anda saksikan di Ruang Kendaraan. Ruangan terakhir di museum ini yakni Ruang Dokumentasi, memuat berbagai dokumentasi saat wafatnya Jenderal Soedirman pada 30 Januari 1950. Sejumlah foto mulai dari iring-iringan jenazah, tembakan salvo hingga foto pemakaman beliau nampak terpajang di sepanjang dinding ruangan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal.jpg" title="" class="shutterset_singlepic16" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/16__320x240_Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal.jpg" alt="Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal" title="Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal" />
</a>
Secara keseluruhan, Museum Sasmitaloka ini dikelola dengan sangat baik. Nampak dari penataan dan terawatnya benda-benda bersejarah, perabotan pribadi juga koleksi peralatan makan seperti keramik-keramik kuno. Bahkan tandu yang digunakan untuk mengusung Jenderal Soedirman pada tahun 1948 - 1949 masih tersimpan. Kebersihan tiap-tiap ruangannyapun tetap terjaga. Ada juga fasilitas pendukung seperti toilet. Selain benda-benda yang menjadi saksi sejarah perjuangan Jenderal Soedirman, berbagai diorama heroik pertempuran merebut kemerdekaan juga melengkapi koleksi Museum Sasmitaloka. Alangkah lebih baiknya jika pengunjung juga bisa mendengarkan narasi pertempuran dari diorama-diorama tersebut sehingga suasana peristiwa pertempuran dan kobaran semangat juang saat itu lebih dapat dirasakan.</p>
<p>Jam buka museum:<br />
Senin – Jumat            : 08.00 – 14.00 WIB<br />
Sabtu – Minggu          : melayani rombongan dengan pemberitahuan terlebih dulu<br />
Harga tiket masuk       : gratis</p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-3-60">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://www.berhatinyaman.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=3&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-13" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Meja Kursi Tamu.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka - Meja Kursi Tamu" alt="Museum Sasmitaloka - Meja Kursi Tamu" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka - Meja Kursi Tamu.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-14" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Patung Lilin dan Mesin Jahit.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka - Patung Lilin dan Mesin Jahit" alt="Museum Sasmitaloka - Patung Lilin dan Mesin Jahit" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka - Patung Lilin dan Mesin Jahit.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-15" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Radio.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka - Radio" alt="Museum Sasmitaloka - Radio" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka - Radio.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-16" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal" alt="Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka - Replika Bangsal.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-17" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Replika Tandu.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka - Replika Tandu" alt="Museum Sasmitaloka - Replika Tandu" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka - Replika Tandu.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-18" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Telfon.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka - Telfon" alt="Museum Sasmitaloka - Telfon" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka - Telfon.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-19" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka - Tempat Tidur.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka - Tempat Tidur" alt="Museum Sasmitaloka - Tempat Tidur" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka - Tempat Tidur.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-20" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/Museum Sasmitaloka.jpg" title=" " class="shutterset_set_3" >
								<img title="Museum Sasmitaloka" alt="Museum Sasmitaloka" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-sasmitaloka-panglima-besar-soedirman/thumbs/thumbs_Museum Sasmitaloka.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>




<p><strong>Related Posts :</strong></p>
<p>No related posts.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-sasmitaloka-pangsar-sudirman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Museum Dewantara Kirti Griya</title>
		<link>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-dewantara-kirti-griya/</link>
		<comments>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-dewantara-kirti-griya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 11:46:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum @id]]></category>
		<category><![CDATA[Dewantara Kirti Griya]]></category>
		<category><![CDATA[Ki Hajar Dewantara]]></category>
		<category><![CDATA[Kirti Griya]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Dewantara]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Dewantara Kirti Griya]]></category>
		<category><![CDATA[Tamansiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berhatinyaman.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">

	

Nyaman, mungkin inilah kesan pertama yang akan kita rasakan saat masuk ke Museum Dewantara Kirti Griya. Suasana rumah tinggal yang dijadikan museum, berlokasi di Jl. Tamansiswa No. 25 Yogyakarta ini memang asri. Sang pemilik, yakni Ki Hadjar Dewantara memang menginginkan kediamannya diabadikan sebagai museum. Berbagai jenis buku yang tersimpan di lemari, meja kursi, [...]


<strong>Related Posts :</strong>

No related posts.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Tamansiswa.jpg" title="" class="shutterset_singlepic10" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/10__320x240_Museum Dewantara - Tamansiswa.jpg" alt="Museum Dewantara - Tamansiswa" title="Museum Dewantara - Tamansiswa" />
</a>
Nyaman, mungkin inilah kesan pertama yang akan kita rasakan saat masuk ke Museum Dewantara Kirti Griya. Suasana rumah tinggal yang dijadikan museum, berlokasi di Jl. Tamansiswa No. 25 Yogyakarta ini memang asri. Sang pemilik, yakni Ki Hadjar Dewantara memang menginginkan kediamannya diabadikan sebagai museum. Berbagai jenis buku yang tersimpan di lemari, meja kursi, tas kerja kuno menjadi saksi sejarah sekaligus bagian penting yang tak terpisahkan dari keseharian seorang pejuang sekaligus tokoh pendidikan nasional ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesahajaan tokoh yang terkenal dengan semboyan “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” ini bisa kita lihat melalui barang-barang pribadi beliau. Di kamar tidur Ki Hadjar Dewantara yang tidak terlalu luas, masih tersimpan dengan baik sejumlah pakaian yang biasa ia kenakan, sikat peci, sisir, tongkat untuk membantu berjalan, tempat tidur putih berkelambu hingga kacamata bulat yang merupakan ciri khasnya. Sejumlah foto masa muda, foto organisasi, foto keluarga yang menampilkan putra-putri Ki Hadjar Dewantara, foto perkawinan perak menghiasi dinding bangunan rumah seluas 300 meter persegi ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Proyektil mortir 160 yang kini tersimpan di kotak kaca museum ini merupakan satu dari dua tembakan mortir Belanda yang sengaja diarahkan ke Tamansiswa pada Januari 1949. Ini menjadi bukti betapa Belanda merasa terusik dengan perlawanan yang terus menerus dilakukan Ki Hadjar Dewantara. Semangat untuk terus berjuang melepaskan diri dari kungkungan penjajah nampak sangat kental terkandung dalam pernyataanya yang terpajang di salah satu dinding museum “<em>Kita haroes mempoenjai kekoeatan dan kepribadian dalam menghadapi perdjoeangan nasional ini. Djika tidak maka selamanja saoedara-saoedara akan tetap mendjadi boedak. Lepaskan diri dari perboedakan ini!</em>”. Tak ketinggalan sederet piagam kehormatan terpajang di salah satu sudut museum, meskipun nilai kontribusi beliau bagi bangsa ini jauh lebih besar dari itu, bahkan tak ternilai. Atas jasanya yang teramat besar pulalah pemerintah menetapkan tanggal kelahiran Ki Hadjar Dewantara yakni tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-46"></span>
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Mortir.jpg" title="" class="shutterset_singlepic6" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-right" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/6__320x240_Museum Dewantara - Mortir.jpg" alt="Museum Dewantara - Mortir" title="Museum Dewantara - Mortir" />
</a>
Meskipun beberapa kali mengalami renovasi, termasuk saat gempa mengguncang Yogyakarta tahun 2006 lalu, pengelola museum tetap mempertahankan keaslian bangunan Museum Dewantara Kirti Griya. Bentuk bangunan dan tata letak ruangan masih sama, juga lantai museum yang masih mempergunakan tegel kuno. Keberadaan perpustakaan yang terletak persis di sebelah bangunan rumah Ki Hadjar Dewantara merupakan fasilitas penunjang museum. Sejumlah arsip, dokumen penting dan buku-buku koleksi Ki Hadjar Dewantara yang tidak bisa tertampung seluruhnya di dalam museum, bisa dilihat di perpustakaan ini. Yayasan Persatuan Perguruan Tamansiswa sebagai pengelola museum berkomitmen akan tetap menjaga dan melestarikan berbagai peninggalan Ki Hadjar Dewantara. Komitmen ini dibuktikan dengan masih tersimpan dengan baik sejumlah koleksi museum, antara lain seperti telpon dan radio kuno, barang pecah belah, mebel antik serta kursi goyang yang biasa digunakan Ki Hadjar Dewantara sehari-hari. Pengelola museum dengan tegas menolak permintaan pihak-pihak yang ingin membeli peninggalan Bapak Pendidikan Nasional ini meskipun ditawar dengan harga yang sangat tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Jam buka museum:</p>
<table style="border-collapse: collapse; width: 216pt; text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="287">
<col style="width: 103pt;" width="137"></col>
<col style="width: 10pt;" width="13"></col>
<col style="width: 103pt;" width="137"></col>
<tbody>
<tr style="height: 12.75pt;" height="17">
<td style="height: 12.75pt; width: 103pt;" width="137" height="17">Senin – Kamis</td>
<td style="width: 10pt;" width="13">:</td>
<td style="width: 103pt;" width="137">08.00 – 13.30 WIB</td>
</tr>
<tr style="height: 12.75pt;" height="17">
<td style="height: 12.75pt;" height="17">Jumat</td>
<td>:</td>
<td>08.00 – 11.00 WIB</td>
</tr>
<tr style="height: 12.75pt;" height="17">
<td style="height: 12.75pt;" height="17">Sabtu</td>
<td>:</td>
<td>08.00 – 12.00 WIB</td>
</tr>
<tr style="height: 12.75pt;" height="17">
<td style="height: 12.75pt;" colspan="3" height="17">Minggu dan   hari besar tutup</td>
</tr>
<tr style="height: 12.75pt;" height="17">
<td style="height: 12.75pt;" height="17">Harga tiket masuk</td>
<td>:</td>
<td>sukarela</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">
<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-2-46">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://www.berhatinyaman.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=2&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-4" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Dokumen.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Dokumen" alt="Museum Dewantara - Dokumen" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Dokumen.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-5" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Kamar Tidur.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Kamar Tidur" alt="Museum Dewantara - Kamar Tidur" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Kamar Tidur.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-6" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Mortir.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Mortir" alt="Museum Dewantara - Mortir" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Mortir.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-7" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Radio.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Radio" alt="Museum Dewantara - Radio" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Radio.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-8" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Ruang Tamu.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Ruang Tamu" alt="Museum Dewantara - Ruang Tamu" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Ruang Tamu.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-9" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Ruang Tengah.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Ruang Tengah" alt="Museum Dewantara - Ruang Tengah" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Ruang Tengah.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-10" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Tamansiswa.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Tamansiswa" alt="Museum Dewantara - Tamansiswa" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Tamansiswa.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-11" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Telfon Tua.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Telfon Tua" alt="Museum Dewantara - Telfon Tua" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Telfon Tua.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-12" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/Museum Dewantara - Tempat Tidur.jpg" title=" " class="shutterset_set_2" >
								<img title="Museum Dewantara - Tempat Tidur" alt="Museum Dewantara - Tempat Tidur" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/museum-dewantara-kirti-griya/thumbs/thumbs_Museum Dewantara - Tempat Tidur.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>

</p>


<p><strong>Related Posts :</strong></p>
<p>No related posts.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-dewantara-kirti-griya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Museum Benteng Vredeburg</title>
		<link>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-benteng-vredeburg/</link>
		<comments>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-benteng-vredeburg/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 19:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Museum @id]]></category>
		<category><![CDATA[Benteng Rustenburg]]></category>
		<category><![CDATA[Benteng Vredeburg]]></category>
		<category><![CDATA[Museum]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Benteng Vredeburg]]></category>
		<category><![CDATA[Rustenburg]]></category>
		<category><![CDATA[Vredeburg]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berhatinyaman.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">

	

Mengunjungi objek wisata di Yogyakarta, tidak lengkap rasanya tanpa menyempatkan datang ke Museum Benteng Vredeburg. Lokasinya sangat mudah untuk ditemukan, yakni terletak di ujung selatan Jalan Malioboro. Benteng ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi bagi perjuangan melawan penjajah. Sebelum dikenal dengan nama Benteng Vredeburg seperti sekarang, benteng ini  bernama Benteng Rustenburg.</p>
<p [...]


<strong>Related Posts :</strong>

No related posts.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/benteng-vredeburg/Vredeburg - Ruang Diorama 4.jpg" title="" class="shutterset_singlepic2" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-right" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/2__320x240_Vredeburg - Ruang Diorama 4.jpg" alt="Vredeburg - Ruang Diorama 4" title="Vredeburg - Ruang Diorama 4" />
</a>
Mengunjungi objek wisata di Yogyakarta, tidak lengkap rasanya tanpa menyempatkan datang ke Museum Benteng Vredeburg. Lokasinya sangat mudah untuk ditemukan, yakni terletak di ujung selatan Jalan Malioboro. Benteng ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi bagi perjuangan melawan penjajah. Sebelum dikenal dengan nama Benteng Vredeburg seperti sekarang, benteng ini  bernama Benteng Rustenburg.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1760, atas permintaan Belanda, Sri Sultan Hamengku Buwono I telah membangun sebuah benteng yang sangat sederhana berbentuk bujur sangkar di atas tanah milik Kraton. Di setiap sudut dibangun tempat penjagaan yang disebut sebagai seleka atau bastion yang menyerupai bentuk kura-kura dengan keempat kakinya. Oleh Sultan keempat sudut tersebut diberi nama Jayawisesa (sudut barat laut), Jayapurusa (sudut timur laut), Jayaprakosaning (sudut barat daya) dan Jayaprayitna (sudut tenggara). Kemudian di bawah pengawasan ahli ilmu bangunan dari Belanda yang bernama Ir. Frans Haak, pada tahun 1767 dimulailah pembangunan benteng menjadi lebih permanen. Setelah selesai, bangunan benteng yang telah disempurnakan tersebut diberi nama Benteng Rustenburg yang berarti “Benteng Peristirahatan”.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-40"></span>Awal didirikannya benteng ini sebenarnya merupakan strategi dari Belanda yang berdalih demi menjaga keamanan Kraton Yogyakarta, meskipun maksud sebenarnya tidak lain adalah sebagai tempat untuk memantau pergerakan Kraton Yogyakarta itu sendiri. Dari dalam benteng, Belanda dengan mudah dapat mengarahkan sejumlah meriamnya tepat mengenai Kraton Yogyakarta jika suatu saat terjadi pemberontakan dari Kraton, karena  jarak antara benteng dengan Kraton Yogyakarta sangat dekat.</p>
<p style="text-align: justify;">Terjadinya gempa bumi dahsyat pada tahun 1867 di Yogyakarta menyebabkan runtuhnya banyak bangunan penting di Yogyakarta, salah satunya Benteng Rustenburg. Kemudian segera dilakukan pembangunan dan pembenahan kembali seluruh bangunan yang rusak. Selesai dibangun kembali, nama Benteng Rustenburg berganti menjadi “Benteng Vredeburg” yang artinya “Benteng Perdamaian”. Nama ini diambil sebagai manifestasi hubungan antara Kasultanan Yogyakarta dan Belanda yang tidak saling menyerang pada waktu itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 9 Agustus 1980 dengan persetujuan Sri Sultan HB IX Benteng Vredeburg dijadikan sebagai Pusat Informasi dan Pengembangan Budaya Nusantara. Pada tanggal 16 April 1985 dilakukan pemugaran untuk dijadikan museum perjuangan. Museum ini dibuka untuk umum pada tahun 1987. Tanggal 23 November 1992 Benteng Vredeburg resmi menjadi museum perjuangan nasional dengan nama “Museum Benteng Vredeburg. Karena telah difungsikan sebagai museum modern, Benteng Vredeburg memiliki koleksi lengkap meliputi koleksi bangunan, koleksi realia, koleksi foto termasuk miniatur dan replika serta koleksi lukisan. Selain itu terdapat pula empat ruang  diorama sejarah perjuangan bangsa Indonesia.</p>
<table style="border-collapse: collapse; width: 288pt;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="383">
<col style="width: 33pt;" width="44"></col>
<col style="width: 5pt;" width="6"></col>
<col style="width: 38pt;" width="51"></col>
<col style="width: 5pt;" width="6"></col>
<col style="width: 29pt;" width="39"></col>
<col style="width: 5pt;" width="6"></col>
<col style="width: 173pt;" width="231"></col>
<tbody>
<tr style="height: 15pt;" height="20">
<td style="height: 15pt; width: 110pt;" colspan="5" width="146" height="20">Jam buka museum:</td>
<td style="width: 5pt;" width="6"></td>
<td style="width: 173pt;" width="231"></td>
</tr>
<tr style="height: 15pt;" height="20">
<td style="height: 15pt;" height="20">Selasa<span> </span></td>
<td>–</td>
<td>Kamis</td>
<td>:</td>
<td>08.30</td>
<td>–<span> </span></td>
<td>13.30</td>
</tr>
<tr style="height: 15pt;" height="20">
<td style="height: 15pt;" colspan="3" height="20">Jumat</td>
<td>:</td>
<td>08.30</td>
<td>–<span> </span></td>
<td>11.00</td>
</tr>
<tr style="height: 15pt;" height="20">
<td style="height: 15pt;" height="20">Sabtu<span> </span></td>
<td>–</td>
<td>Minggu</td>
<td>:</td>
<td>08.30</td>
<td>–<span> </span></td>
<td>12.00</td>
</tr>
<tr style="height: 15pt;" height="20">
<td style="height: 15pt;" colspan="3" height="20">Harga tiket masuk</td>
<td>:</td>
<td colspan="3">Dewasa Rp. 750, anak-anak Rp. 250</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">
<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-1-40">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://www.berhatinyaman.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=1&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-1" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/benteng-vredeburg/Vredeburg - Paviliun.jpg" title=" " class="shutterset_set_1" >
								<img title="Vredeburg - Paviliun" alt="Vredeburg - Paviliun" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/benteng-vredeburg/thumbs/thumbs_Vredeburg - Paviliun.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-2" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/benteng-vredeburg/Vredeburg - Ruang Diorama 4.jpg" title=" " class="shutterset_set_1" >
								<img title="Vredeburg - Ruang Diorama 4" alt="Vredeburg - Ruang Diorama 4" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/benteng-vredeburg/thumbs/thumbs_Vredeburg - Ruang Diorama 4.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-3" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/benteng-vredeburg/Vredeburg - Sudut .jpg" title=" " class="shutterset_set_1" >
								<img title="Vredeburg - Sudut " alt="Vredeburg - Sudut " src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/benteng-vredeburg/thumbs/thumbs_Vredeburg - Sudut .jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>

</p>


<p><strong>Related Posts :</strong></p>
<p>No related posts.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berhatinyaman.com/id/museum-benteng-vredeburg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

