<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BerhatiNyaman.com &#187; Candi</title>
	<atom:link href="http://www.berhatinyaman.com/id/category/candi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.berhatinyaman.com</link>
	<description>Yogyakarta Tourism Guide</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Mar 2011 08:53:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Candi Sari</title>
		<link>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-sari/</link>
		<comments>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-sari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 23:02:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Candi]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Sari]]></category>
		<category><![CDATA[Sari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berhatinyaman.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">

	

Berdirinya Candi Sari memiliki keterkaitan erat dengan Candi Kalasan. Menurut arkeolog dari BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Yogyakarta, Candi Sari merupakan sebuah bangunan wihara atau asrama yang diperuntukkan bagi para pendeta, sementara Candi Kalasan adalah tempat pemujaannya. Sehingga dari segi lokasi, kedua candi ini relatif dekat. Candi Sari berada kurang lebih 0,5 km [...]


<strong>Related Posts :</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kalasan/" rel="bookmark">Candi Kalasan</a><!-- (8.37178)--></li>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kedulan/" rel="bookmark">Candi Kedulan</a><!-- (7.60627)--></li>
	</ol>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/Candi Sari.jpg" title="" class="shutterset_singlepic34" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/34__320x240_Candi Sari.jpg" alt="Candi Sari" title="Candi Sari" />
</a>
Berdirinya Candi Sari memiliki keterkaitan erat dengan Candi Kalasan. Menurut arkeolog dari BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Yogyakarta, Candi Sari merupakan sebuah bangunan wihara atau asrama yang diperuntukkan bagi para pendeta, sementara Candi Kalasan adalah tempat pemujaannya. Sehingga dari segi lokasi, kedua candi ini relatif dekat. Candi Sari berada kurang lebih 0,5 km di sebelah timur laut Candi Kalasan, tepatnya di  Dusun Bendan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman, DIY.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukti keterkaitan antara Candi Sari dengan Candi Kalasan, keduanya didirikan pada masa yang sama, yakni sekitar abad ke-8 M. Selain itu kedua candi ini sama-sama menggunakan teknik bajralepa untuk melapisi dinding candi. Bajralepa merupakan semacam semen pelapis yang dapat memperhalus permukaan dinding candi sekaligus mengawetkan batuannya agar tidak lekas aus. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kini lapisan bajralepa di Candi Sari juga sudah banyak yang lepas. Bahkan kondisi candinya pun tidak utuh lagi seperti aslinya. Candi ini mengalami pemugaran pertama kali yang selesai tahun 1930. Banyaknya batu candi yang hilang membuat pemugaran Candi Sari tidak bisa maksimal. Sebagian kaki atau selasar yang mengelilingi bangunan, bilik penampil yang menjorok keluar dari dinding depan dan beberapa stupa atap serta ukiran maupun hiasan terpaksa diganti batu polos.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-150"></span>Pintu masuk Candi Sari menghadap timur, dihiasi dengan kala dan pada bagian bawah dipahatkan orang sedang menunggang gajah. Di dalam tubuh candi terdapat tiga ruangan yang berjajar dan masing-masing dihubungkan dengan lubang pintu antara tembok pemisah. Tiap bilik berukuran lebar 3 m dan panjang 5,8 m terbagi menjadi bilik atas dan bawah. Diperkirakan pembagian bilik atas dengan bawah dulu menggunakan kayu, hal ini terlihat pada bagian dindingnya masih tampak lubang-lubang untuk meletakkan ujung balok. Bahkan pada dinding bilik selatan ada beberapa batu yang dipahat serong, suatu tanda yang menunjukkan pada tempat itu disandarkan tangga. Pada bagian bilik bawah masing-masing mempunyai relung di sisi utara dan selatan yang berhiaskan kala makara.</p>
<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/Candi Sari - Depan.jpg" title="" class="shutterset_singlepic32" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/32__320x240_Candi Sari - Depan.jpg" alt="Candi Sari - Depan" title="Candi Sari - Depan" />
</a>
Pada bagian luar tubuh candi yang berbentuk empat persegi panjang ini, terpahat arca-arca yang diletakkan berjajar menjadi dua baris di antara dua jendela. Arca itu merupakan arca Bodhisatwa berjumlah 38 buah terbagi menjadi delapan di sisi timur, delapan di sisi utara, delapan di sisi selatan dan 14 di sisi barat. Pada umumnya arca memegang teratai merah dan biru, serta semua arca digambarkan dalam sikap lemah gemulai (bersikap tribhangga). Berdasarkan temuan arca dan bentuk stupanya, dapat diketahui Candi Sari berlatar belakang agama Budha. Di sebelah kanan dan kiri jendela ada pahatan kinara-kinari yakni makhluk kayangan yang berwujud setengah manusia dan setengah burung.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini kompleks Candi Sari berada tepat di tengah-tengah pemukiman penduduk sehingga dari jalan raya Yogya – Solo candi ini tidak bisa langsung terlihat. Sebagai pembatas dengan rumah penduduk, areal Candi Sari dikelilingi pagar. Selain adanya taman dan pepohonan, areal candi juga dilengkapi sejumlah bangku semen pada beberapa titik. Sehingga wisatawan yang berkunjung bisa beristirahat sejenak. Dari bangku ini pun keindahan relief yang menghiasi dinding luar candi bisa terlihat dengan jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Jam buka  : Setiap hari pukul 09.00 - 17.00 WIB</p>
<p style="text-align: justify;">Harga tiket masuk  : Rp 2.000</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-6-150">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://www.berhatinyaman.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=6&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-32" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/Candi Sari - Depan.jpg" title=" " class="shutterset_set_6" >
								<img title="Candi Sari - Depan" alt="Candi Sari - Depan" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/thumbs/thumbs_Candi Sari - Depan.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-34" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/Candi Sari.jpg" title=" " class="shutterset_set_6" >
								<img title="Candi Sari" alt="Candi Sari" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/thumbs/thumbs_Candi Sari.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-35" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/Candi Sari - Relief.jpg" title=" " class="shutterset_set_6" >
								<img title="Candi Sari - Relief" alt="Candi Sari - Relief" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/thumbs/thumbs_Candi Sari - Relief.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-36" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/Candi Sari - Relung Arca.jpg" title=" " class="shutterset_set_6" >
								<img title="Candi Sari - Relung Arca" alt="Candi Sari - Relung Arca" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-sari/thumbs/thumbs_Candi Sari - Relung Arca.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>

</p>


<p><strong>Related Posts :</strong></p>
<ol>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kalasan/" rel="bookmark">Candi Kalasan</a><!-- (8.37178)--></li>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kedulan/" rel="bookmark">Candi Kedulan</a><!-- (7.60627)--></li>
	</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-sari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Candi Kedulan</title>
		<link>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kedulan/</link>
		<comments>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kedulan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 16:02:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Candi]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Kedulan]]></category>
		<category><![CDATA[Kedulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berhatinyaman.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">

	

Mungkin bayangan anda saat hendak berkunjung ke Candi Kedulan adalah sebuah candi kuno yang masih berdiri kokoh. Sayangnya keindahan Candi Kedulan belum bisa dinikmati seutuhnya sebab saat ini, candi yang terletak di Dusun Kedulan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY ini masih dalam tahap rekonstruksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tengah-tengah cekungan tanah yang cukup [...]


<strong>Related Posts :</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kalasan/" rel="bookmark">Candi Kalasan</a><!-- (6.22545)--></li>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-sari/" rel="bookmark">Candi Sari</a><!-- (5.70777)--></li>
	</ol>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/Candi Kedulan - Alas Candi.jpg" title="" class="shutterset_singlepic28" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-right" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/28__320x240_Candi Kedulan - Alas Candi.jpg" alt="Candi Kedulan - Alas Candi" title="Candi Kedulan - Alas Candi" />
</a>
Mungkin bayangan anda saat hendak berkunjung ke Candi Kedulan adalah sebuah candi kuno yang masih berdiri kokoh. Sayangnya keindahan Candi Kedulan belum bisa dinikmati seutuhnya sebab saat ini, candi yang terletak di Dusun Kedulan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY ini masih dalam tahap rekonstruksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tengah-tengah cekungan tanah yang cukup luas hanya nampak bagian kaki Candi Kedulan. Sementara bagian lainnya yakni tubuh dan atap candi sengaja ditempatkan di sisi lain areal candi ini. Bagian tubuh dan atap Candi Kedulan kondisinya sudah tidak utuh lagi sehingga memerlukan waktu untuk menyusun kembali batu-batuan candi yang sudah lepas agar sesuai dengan desain aslinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-147"></span>Pada 24 September 1993, Candi Kedulan ditemukan dalam keadaan runtuh dan terbenam oleh lahar vulkanik dan sedimen setebal 8 m yang tersusun atas 15 lapisan sedimen. Saat itu, penambang pasir sedang menggali tanah untuk tanah urug, selanjutnya pada kedalaman kurang lebih 3 meter terlihat susunan batu-batu candi. Dari lokasi ini ditemukan Prasasti Sumundul dan Prasasti Panangaran. Tulisan dalam kedua prasasti itu memakai huruf serta bahasa jawa kuno berangka tahun 791 Çaka atau 869 M yang sekaligus dijadikan perkiraan waktu pendirian Candi Kedulan. Secara garis besar isi prasasti adalah adanya sebuah dawuhan (dam) yang dipergunakan oleh masyarakat dari dua desa yakni Panangaran dan Parhyangan serta kewajiban membayar pajak.</p>
<p style="text-align: justify;"><!--more-->
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/Candi Kedulan - Atap Candi.jpg" title="" class="shutterset_singlepic30" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/30__320x240_Candi Kedulan - Atap Candi.jpg" alt="Candi Kedulan - Atap Candi" title="Candi Kedulan - Atap Candi" />
</a>
Dari hasil rekonstruksi diketahui bahwa bangunan Candi Kedulan mempunyai sebuah candi induk berdenah bujur sangkar dan tiga buah candi perwara di sisi timur candi induk. Diperkirakan candi ini memiliki pagar halaman I dan II, namun sampai sekarang baru ditemukan pagar halaman I di sisi utara-selatan. Candi induk mempunyai ukuran lebih kecil dari kaki candi yaitu 4 x 4 m. Tubuh candi mempunyai bilik yang berisi lingga dan yoni dengan pintu masuk di sebelah timur. Sedangkan pada kanan kiri pintu masuk terdapat relung berisi Arca Mahakala dan Nandiswara. Cerat yoni mengarah ke utara dan pada dinding utara di bawah relung ditemukan lubang (saluran air) menuju selasar.</p>
<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/Candi Kedulan - Tubuh Candi.jpg" title="" class="shutterset_singlepic29" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-right" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/29__320x240_Candi Kedulan - Tubuh Candi.jpg" alt="Candi Kedulan - Tubuh Candi" title="Candi Kedulan - Tubuh Candi" />
</a>
Meskipun bagian tubuh dan atap candi yang belatar belakang agama Hindu ini belum selesai disusun, namun Candi Kedulan tetap menarik untuk dikunjungi. Tak seperti umumnya candi lain yang didirikan di atas bukit, candi ini justru berada di bawah permukaan tanah dengan kedalaman kurang lebih 8 m. Keadaan seperti ini mengingatkan akan Candi Sambisari yang juga berada di bawah permukaan tanah. Jika kelak Candi Kedulan telah dipugar pastilah candi ini terlihat sangat cantik. Sebab selain letaknya yang unik, candi ini memiliki relief-relief yang sangat indah. Selain berhiaskan kala makara dan dewa-dewa, dari batuan-batuan yang belum selesai disusun ini kita dapat melihat relief semacam motif batik yang nampak dikerjakan dengan sangat detail.</p>
<p style="text-align: justify;">Jam buka  : Setiap hari, pukul 09.00 – 17.00 WIB<br />
Harga tiket masuk : gratis</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-5-147">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://www.berhatinyaman.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=5&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-29" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/Candi Kedulan - Tubuh Candi.jpg" title=" " class="shutterset_set_5" >
								<img title="Candi Kedulan - Tubuh Candi" alt="Candi Kedulan - Tubuh Candi" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/thumbs/thumbs_Candi Kedulan - Tubuh Candi.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-30" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/Candi Kedulan - Atap Candi.jpg" title=" " class="shutterset_set_5" >
								<img title="Candi Kedulan - Atap Candi" alt="Candi Kedulan - Atap Candi" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/thumbs/thumbs_Candi Kedulan - Atap Candi.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-28" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/Candi Kedulan - Alas Candi.jpg" title=" " class="shutterset_set_5" >
								<img title="Candi Kedulan - Alas Candi" alt="Candi Kedulan - Alas Candi" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kedulan/thumbs/thumbs_Candi Kedulan - Alas Candi.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>

</p>


<p><strong>Related Posts :</strong></p>
<ol>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kalasan/" rel="bookmark">Candi Kalasan</a><!-- (6.22545)--></li>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-sari/" rel="bookmark">Candi Sari</a><!-- (5.70777)--></li>
	</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kedulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Candi Kalasan</title>
		<link>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kalasan/</link>
		<comments>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kalasan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 10:54:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Candi]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Kalasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kalasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.berhatinyaman.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">

	

Untuk menemukan lokasi Candi Kalasan tidaklah sulit. Dari jalan raya Yogya – Solo, kurang lebih 14 km timur Yogya, bangunan candi di selatan jalan pasti sudah terlihat. Hanya perlu masuk gang kurang lebih 50 m, kita sudah memasuki kompleks candi yang secara administratif masuk dalam wilayah Dusun Kalibening, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten [...]


<strong>Related Posts :</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-sari/" rel="bookmark">Candi Sari</a><!-- (8.33757)--></li>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kedulan/" rel="bookmark">Candi Kedulan</a><!-- (7.3769)--></li>
	</ol>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/Candi Kalasan.jpg" title="" class="shutterset_singlepic24" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-right" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/24__320x240_Candi Kalasan.jpg" alt="Candi Kalasan" title="Candi Kalasan" />
</a>
Untuk menemukan lokasi Candi Kalasan tidaklah sulit. Dari jalan raya Yogya – Solo, kurang lebih 14 km timur Yogya, bangunan candi di selatan jalan pasti sudah terlihat. Hanya perlu masuk gang kurang lebih 50 m, kita sudah memasuki kompleks candi yang secara administratif masuk dalam wilayah Dusun Kalibening, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan prasasti yang berangka tahun 700 Çaka, diketahui latar belakang pendirian Candi Kalasan ini adalah permintaan para guru terhadap Maharaja Tejahpurana untuk membangun bangunan suci bagi Dewi Tara. Sebagai suatu bentuk persembahan bagi sang dewi, tentunya desain candi berikut materialnya dirancang sebaik mungkin. Namun Candi Kalasan yang dibangun sekitar tahun 778 M ini juga tak luput dimakan usia. Kini, bangunan Candi Kalasan sudah tidak utuh lagi seperti semula meskipun candi ini pernah dipugar oleh seorang Belanda pada tahun 1927 – 1929. Walau demikian, beberapa keistimewaan Candi Kalasan dibandingkan candi lain sampai sekarang masih bisa kita saksikan. Di antaranya, dinding candi yang dilapisi bajralepa yakni semacam semen pelapis sisi luar bangunan yang memberi efek kuning keemasan pada diding candi. Berdasarkan analisis laboratorium unsur bajralepa terdiri dari pasir kwarsa (30%), kalsit (40%), kalkopirit (25%) serta lempung (5%). Selain itu di sisi timur  Candi Kalasan, tepat berada di depan tangga masuk, kita bisa menjumpai papan batu langka yang bentuknya hampir setengah lingkaran. Batu monolit ini juga sering disebut batu bulan atau moonstone.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-122"></span>
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/Candi Kalasan - Relief Kala.jpg" title="" class="shutterset_singlepic23" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/23__320x240_Candi Kalasan - Relief Kala.jpg" alt="Candi Kalasan - Relief Kala" title="Candi Kalasan - Relief Kala" />
</a>
Pada setiap pintu masuk yang masih utuh, baik utara maupun selatan terdapat hiasan berupa kepala kala yang istimewa, yaitu pada bagian jengger terdapat kuncup-kuncup bunga, daun-daunan dan sulur-suluran. Pada rahang bagian atas terdapat hiasan singa di kanan kirinya, bagian atas dihiasi pohon dewata yang ada di kayangan, dan dipahatkan pula lukisan awan beserta penghuni kayangan memainkan bunyi-bunyian. Begitu pula dengan relung-relung lain dijumpai juga rangkaian kala dan makara. Pada tubuh candi bagian atas terdapat sebuah bangunan berbentuk kubus yang dianggap sebagai puncak Gunung Meru dan di sekitarnya terdapat stupa-stupa yang menggambarkan puncak suatu pegunungan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/Candi Kalasan - Bilik Utama.jpg" title="" class="shutterset_singlepic22" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-right" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/cache/22__320x240_Candi Kalasan - Bilik Utama.jpg" alt="Candi Kalasan - Bilik Utama" title="Candi Kalasan - Bilik Utama" />
</a>
Candi ini mempunyai bilik tengah yang di dalamnya terdapat singgasana terbuat dari batu yang mempunyai lapik dan sebuah sandaran yang di kanan kirinya diapit oleh hiasan singa berdiri di atas gajah. Di antara atap dan tubuh candi terdapat hiasan berupa gana (semacam makhluk kayangan kerdil). Atap candi berbentuk segi delapan dan bertingkat dua. Pada masing-masing sisi tingkat pertama terdapat arca Budha yang melukiskan para manusia Budha, sedangkan pada tingkat kedua dilukiskan Dyani Budha. Bagian puncak candi diperkirakan berupa stupa namun hingga sekarang tidak dapat direkonstruksi kembali karena banyak batu asli yang hilang. Di sekeliling Candi Kalasan terdapat stupa-stupa yang berjumlah 52 buah. Namun sayangnya stupa-stupa ini juga tidak ada yang dapat dipugar kembali dengan alasan yang sama. Saat ditemukan, stupa-stupa ini terdiri dari 81 buah peti batu. Di dalam beberapa peti batu tersimpan periuk dari perunggu atau tanah liat yang berisi abu, pakaian pendeta, manik-manik, lempengan emas bertulis dan juga genta perunggu yang saat ini disimpan di Museum Sonobudoyo.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk masuk ke bilik utama Candi Kalasan harus menaiki sejumlah batu candi yang kini susunannya sudah tidak beraturan sehingga perlu berhati-hati. Bentuk candi yang sudah tidak utuh lagi terlihat jelas dari sisi barat. Batuan asli penyusun tubuh candi seperti runtuh separuh sehingga kini bentuk Candi Kalasan bisa dikatakan seperti kubus.</p>
<p style="text-align: justify;">Jam buka  : 06.00 WIB – 18.00 WIB<br />
Harga tiket masuk  : Rp 2.000</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-4-122">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://www.berhatinyaman.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=4&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-21" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/Candi Kalasan - Barong.jpg" title=" " class="shutterset_set_4" >
								<img title="Candi Kalasan - Barong" alt="Candi Kalasan - Barong" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/thumbs/thumbs_Candi Kalasan - Barong.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-22" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/Candi Kalasan - Bilik Utama.jpg" title=" " class="shutterset_set_4" >
								<img title="Candi Kalasan - Bilik Utama" alt="Candi Kalasan - Bilik Utama" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/thumbs/thumbs_Candi Kalasan - Bilik Utama.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-23" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/Candi Kalasan - Relief Kala.jpg" title=" " class="shutterset_set_4" >
								<img title="Candi Kalasan - Relief Kala" alt="Candi Kalasan - Relief Kala" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/thumbs/thumbs_Candi Kalasan - Relief Kala.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-24" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/Candi Kalasan.jpg" title=" " class="shutterset_set_4" >
								<img title="Candi Kalasan" alt="Candi Kalasan" src="http://www.berhatinyaman.com/wp-content/gallery/candi-kalasan/thumbs/thumbs_Candi Kalasan.jpg" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>

</p>


<p><strong>Related Posts :</strong></p>
<ol>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-sari/" rel="bookmark">Candi Sari</a><!-- (8.33757)--></li>
		<li><a href="http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kedulan/" rel="bookmark">Candi Kedulan</a><!-- (7.3769)--></li>
	</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.berhatinyaman.com/id/candi-kalasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

