Candi Sari

Candi Sari Berdirinya Candi Sari memiliki keterkaitan erat dengan Candi Kalasan. Menurut arkeolog dari BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Yogyakarta, Candi Sari merupakan sebuah bangunan wihara atau asrama yang diperuntukkan bagi para pendeta, sementara Candi Kalasan adalah tempat pemujaannya. Sehingga dari segi lokasi, kedua candi ini relatif dekat. Candi Sari berada kurang lebih 0,5 km di sebelah timur laut Candi Kalasan, tepatnya di Dusun Bendan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman, DIY.

Bukti keterkaitan antara Candi Sari dengan Candi Kalasan, keduanya didirikan pada masa yang sama, yakni sekitar abad ke-8 M. Selain itu kedua candi ini sama-sama menggunakan teknik bajralepa untuk melapisi dinding candi. Bajralepa merupakan semacam semen pelapis yang dapat memperhalus permukaan dinding candi sekaligus mengawetkan batuannya agar tidak lekas aus. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kini lapisan bajralepa di Candi Sari juga sudah banyak yang lepas. Bahkan kondisi candinya pun tidak utuh lagi seperti aslinya. Candi ini mengalami pemugaran pertama kali yang selesai tahun 1930. Banyaknya batu candi yang hilang membuat pemugaran Candi Sari tidak bisa maksimal. Sebagian kaki atau selasar yang mengelilingi bangunan, bilik penampil yang menjorok keluar dari dinding depan dan beberapa stupa atap serta ukiran maupun hiasan terpaksa diganti batu polos.

Pintu masuk Candi Sari menghadap timur, dihiasi dengan kala dan pada bagian bawah dipahatkan orang sedang menunggang gajah. Di dalam tubuh candi terdapat tiga ruangan yang berjajar dan masing-masing dihubungkan dengan lubang pintu antara tembok pemisah. Tiap bilik berukuran lebar 3 m dan panjang 5,8 m terbagi menjadi bilik atas dan bawah. Diperkirakan pembagian bilik atas dengan bawah dulu menggunakan kayu, hal ini terlihat pada bagian dindingnya masih tampak lubang-lubang untuk meletakkan ujung balok. Bahkan pada dinding bilik selatan ada beberapa batu yang dipahat serong, suatu tanda yang menunjukkan pada tempat itu disandarkan tangga. Pada bagian bilik bawah masing-masing mempunyai relung di sisi utara dan selatan yang berhiaskan kala makara.

Candi Sari - Depan Pada bagian luar tubuh candi yang berbentuk empat persegi panjang ini, terpahat arca-arca yang diletakkan berjajar menjadi dua baris di antara dua jendela. Arca itu merupakan arca Bodhisatwa berjumlah 38 buah terbagi menjadi delapan di sisi timur, delapan di sisi utara, delapan di sisi selatan dan 14 di sisi barat. Pada umumnya arca memegang teratai merah dan biru, serta semua arca digambarkan dalam sikap lemah gemulai (bersikap tribhangga). Berdasarkan temuan arca dan bentuk stupanya, dapat diketahui Candi Sari berlatar belakang agama Budha. Di sebelah kanan dan kiri jendela ada pahatan kinara-kinari yakni makhluk kayangan yang berwujud setengah manusia dan setengah burung.

Kini kompleks Candi Sari berada tepat di tengah-tengah pemukiman penduduk sehingga dari jalan raya Yogya – Solo candi ini tidak bisa langsung terlihat. Sebagai pembatas dengan rumah penduduk, areal Candi Sari dikelilingi pagar. Selain adanya taman dan pepohonan, areal candi juga dilengkapi sejumlah bangku semen pada beberapa titik. Sehingga wisatawan yang berkunjung bisa beristirahat sejenak. Dari bangku ini pun keindahan relief yang menghiasi dinding luar candi bisa terlihat dengan jelas.

Jam buka : Setiap hari pukul 09.00 - 17.00 WIB

Harga tiket masuk : Rp 2.000

Bookmark and Share

Related posts:

  1. Candi Kalasan
  2. Candi Kedulan

Leave a comment